Penutupan Safari Maulid 1444 H

Hadir dalam kesempatan ini bersama Gubernur Kepri H Ansar Ahmad adalah anggota DPD RI  Richard Pasaribu, anggota DPR RI Aisyah dan anggota DPRD Kepri Irwansyah.

Gubernur melanjutkan, umumnya masyarakat Indonesia merayakan hari besar Maulid Nabi dikolaborasikan dengan tradisi lokal sebagai bentuk akulturasi budaya. Berawal dari sejarah peringatan Maulid Nabi di Indonesia mulai berkembang di masa Wali Songo atau sekitar tahun 1404 masehi. Peringatan Maulid Nabi dilakukan demi menarik hati masyarakat memeluk agama Islam. Menyemarakkan hari besar ini  bertujuan agar dapat menjadi salah satu sarana untuk berdakwah.

“Sebagai salah satu bentuk penyuluhan, bimbingan dan peningkatan kualitas umat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga telah mengambil peran strategis dengan melaksanakan program melalui pengiriman Muballigh Hinterland sebanyak 50 orang yang di tempatkan di daerah-daerah pesisir, pulau terpencil dan juga melakukan pendataan masjid/mushollah yang perlu renovasi dan pembangunan,” kata Ansar.

Disamping itu, Gubernur juga menyampaikan tentang toleransi antar umat beragama di Kepri yang sudah berjalan baik. Dimana toleransi tersebut menjadi sebuah keinginan bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama yang diketahui di Provinsi Kepulauan Riau di kategorikan baik, hal ini dapat dilihat dari Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kepulauan Riau mencapai angka 76,20 persen dan masih di atas skor Nasional yaitu 72,39 persen.

“Tingkat Kerukunan Umat Beragama di Kepulauan Riau dengan beragam suku dan agama yang ada mendapat peringkat ke-1 se-Sumatera dan ke-9 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Ini harus kita jaga,” katanya/Red.

(YD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *