Penguatan Imunitas Ideologi Bangsaan di Era Digital

Dalam Keynot Speechnya, Dr Jazuli mengatakan bahwa sebagai warga negara Indonesia kita harus bangga dengan identitas negara. Pancasila sebagai ideologi bangsa menjadi identitas dan karakter bangsa, bahkan presiden pertama Indonesia Soekarno dalam pidatonya pada 30 September 1960 pernah mengguncang markas PBB bung Karno menjelaskan pancasila sebagai Ideologi negara Indonesia, Bung Karno menjelaskan nilai-nilai pancasila tidak hanya bersifat nasional tetapi universal.

Menurut Dr Ismail Cawidu, sejatinya Pancasila merupakan ideologi terbuka dalam menyerap nilai-nilai baru yang dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup bangsa. Namun, diperlukan kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru.

“Maraknya penyebaran hoaks dan informasi yang memecah belah bangsa dan negara, dimana hal itu melanggar nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia,” imbuhnya memberi contoh.

Menurut Kolonel Ahmad Imunitas Ideologi bangsa merujuk pada kekuatan dan ketahanan bangsa terhadap ideologi asing yang dapat mengancam persatuan dan identitas nasional. Ini termasuk keberanian untuk menerima ideologi baru dan mempertahankan nilai-nilai budaya dan kebangsaan.

“Pancasila saat ini diajarkan dan diperkuat melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) dengan menekankan pada teori dan praktek. Implementasi nilai-nilai Pancasila akan lebih mudah terlihat dalam praktek berbangsa dan bernegara jika Pancasila menjadi rujukan,” tutupnya.

(Bachtiar)