Program yang menjadi fokus adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), di mana Presiden telah menganggarkan sekitar Rp16 juta per orang. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara membuka peluang kolaborasi dengan empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Taput agar program tersebut dapat diimplementasikan secara efektif di daerah.
Selain itu, dibahas pula program pemberdayaan kelompok tani melalui KUR, yang dirancang untuk memberikan bantuan modal kepada 100 orang yang terdiri dari 10 kelompok tani dengan melibatkan petani milenial. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi di sektor pertanian.
Wakil Bupati menyampaikan bahwa Deputi Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Utara pada 27 November 2025.
“Program pemerintah pusat ini merupakan peluang yang sangat baik bagi pekerja migran Indonesia termasuk tenaga kerja dari Kabupaten Tapanuli Utara dan harus kita maksimalkan secepatnya”, pesan Wakil Bupati.(Samsul Situmeang).








