SIKATNEWS.id | Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronal Tampubolon, Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak serta perwakilan BNPB dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan informasi terkait perkembangan penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapanuli Utara selama 3 hari terakhir, bertempat di halaman kantor Bupati Taput, Tarutung, Kamis (27/11).
Bupati menyampaikan bahwa bencana kurang lebih 3 hari ini berdampak luas pada sedikitnya enam kecamatan dengan dua jenis bencana utama, yakni banjir dan longsor.
6 wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Pahae julu, Pahae Jae, Purbatua, Siatas Barita, Tarutung dan Parmonangan serta sebagian wilayah lain. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Purbatua dan Pahae Jae. Bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dan. Permakanan telah disalurkan, termasuk kepada masyarakat yang sempat terisolasi. Sementara itu, tanah longsor terparah terjadi di Kecamatan Parmonangan dan Adian Koting, dengan dampak yang sangat menghambat akses.
Hingga siang ini, akses jalan utama Tarutung–Tapanuli Tengah–Sibolga masih terputus total akibat 30–40 titik longsor. Tim gabungan sedang bekerja membuka jalur prioritas untuk menghubungkan konektivitas Tarutung menuju Tapanuli Tengah. Kondisi terakhir menunjukkan akses kendaraan baru dapat mencapai wilayah Lobu Pining, dengan harapan perbaikan dapat menembus Adian Koting dalam 2 hari ke depan.
Situasi di lapangan juga diperparah oleh putusnya jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah Adian Koting hingga Sibolga. Pemerintah telah mengerahkan perangkat komunikasi Starlink pada beberapa titik untuk mendukung koordinasi. Banyak warga yang terjebak di perjalanan dari Medan menuju Sibolga terpaksa meninggalkan kendaraan dan berjalan menuju Tarutung karena akses tertutup total.








