Audit kasus stunting tahap II dilakukan pada 44 desa yang memiliki angka stunting paling tinggi, dengan kelompok sasaran Baduta/Balita, ibu hamil, ibu nifas dan calon pengantin.
Dalam percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Samosir, Rudi SM Siahaan menegaskan agar seluruh tim audit kasus stunting bersinergi, berupaya semaksimal mungkin memperoleh data yang akurat sehingga rencana tindak lanjut dapat dilaksanakan kepada kelompok sasaran.
Berdasarkan data hasil pengukuran panjang Badan/tinggi bulan Agustus 2023, jumlah balita stunting di Kabupaten Samosir sebanyak 832 orang (9,07 persen).
“Selain data akurat, perlu koordinasi dan kolaborasi mulai dari tingkat Kabupaten sampai ke desa, kita hadir disini menyatukan persepsi, sehingga ketika ada rekomendasi penanganan, maka akan ada reaksi dari masing-masing OPD,” ucap Rudi.
Pertemuan Audit Kasus Stunting tahap II menghadirkan Narasumber Ahli Gizi dari Politeknik Kesehatan Medan Kementerian Kesehatan RI, Haripin Togap Sinaga. Kegiatan diikuti tim TPPS Kabupaten Samosir, Pimpinan OPD, para camat, kepala puskesmas, dokter puskesmas, kepala desa dan kader posyandu.
(Frengky Butarbutar)