Niat Melindungi Ayah, Anak 17 Tahun Diduga Jadi Korban Penganiayaan Oknum Polisi

SIKATNEWS.id | Dugaan tindak pidana penganiayaan anak di bawah umur kembali mencuat di Kota Gunungsitoli. Kali ini, peristiwa kekerasan tersebut diduga melibatkan seorang oknum anggota kepolisian dan menyasar anak di bawah umur. Kasus ini kini telah resmi dilaporkan ke pihak berwajib dan menjadi sorotan publik karena terjadi di ruang terbuka serta berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat.

Insiden tersebut terjadi di sebuah warung milik Robert Zendrato alias Ama Titin, yang berlokasi di Desa Tarakhaini, Kecamatan Gunungsitoli Alooa, pada Sabtu, 3 Januari 2025, sekitar pukul 11.30 WIB. Perkara ini telah tercatat dalam Laporan Polisi Nomor STPLP/02/I/2026/SPKT/Polres Nias/Polda Sumatera Utara, tertanggal 3 Januari 2026.

Dalam laporan tersebut, terdapat dua orang terlapor berinisial WZ dan ACZ. Salah satu terlapor, ACZ, disebut-sebut berstatus sebagai anggota kepolisian. Keduanya diduga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap pelapor dan sejumlah korban di lokasi kejadian, termasuk seorang anak perempuan yang masih di bawah umur.

Keributan Dipicu Makian di Depan Warung

Berdasarkan keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian, keributan bermula ketika WZ melintas di depan warung Ama Titin. Tak lama kemudian, WZ disebut berbalik arah dan kembali ke lokasi sambil melontarkan makian yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

Orang-orang yang berada di warung kemudian menegur WZ dan memintanya untuk pulang. WZ sempat meninggalkan lokasi. Namun situasi kembali memanas ketika ia datang lagi bersama kakaknya, ACZ.

Setibanya di warung, ACZ disebut langsung melontarkan pertanyaan bernada emosi, “Siapa yang memukul adik saya?” Meski warga yang berada di lokasi telah menjelaskan bahwa tidak ada pemukulan terhadap WZ, terlapor ACZ diduga terus mengulang pertanyaan tersebut sambil disertai makian.

Melihat keributan terjadi tepat di depan tempat usahanya, Ama Titin berusaha menenangkan keadaan. Ia menjelaskan bahwa tidak ada persoalan serius dan warga hanya sedang merayakan suasana Tahun Baru. Ama Titin juga menegaskan bahwa sebelumnya WZ datang dalam kondisi emosi dan memaki-maki, bukan sebagai korban pemukulan.

Namun, menurut keterangan saksi, upaya penjelasan tersebut tidak diindahkan. ACZ diduga langsung memukul Ama Titin tanpa peringatan, sehingga memicu kepanikan di lokasi.