“Kebijakan langsung saya ambil dan saya kawal hingga turun langsung ke lapangan sampai pembangunan benar-benar dilaksanakan,” ujarnya.
Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Dasar dan Manajerial BPSDM Provinsi Jawa Timur, Nawang Ardiani, mengapresiasi Batam dari sisi pembangunan dan perekonomian yang melaju sangat pesat dan luar biasa.
Menurutnya dua hal tersebut menjadikan Batam santer disorot hingga luar daerah. Untuk itu, pihaknya membawa 80 peserta menjalankan studi lapangan. Nantinya, para peserta akan membuat produk pembelajaran dari proses mengamati, memotret, hingga mengadopsi beberapa trobosan inovasi yang sudah dilakukan Batam.
“Jatim perlu mencontoh hal-hal yang berkaitan dengan percepatan dan pertumbuhan ekonomi ini, semoga hasil dari sini bisa memberikan kontribusi positif bagi Provinsi Jatim dan daerah sekitarnya,” harapnya di hadapan Muhammad Rudi.
Diketahui, sepanjang tahun 2022, ekonomi Batam tumbuh meroket dengan persentase 6,84 persen. Angka ini naik 2,09 persen dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2021 lalu yang hanya mencatatkan persentase sebesar 4,75 persen. Capaian Batam ini jauh lebih tinggi dibandingkan persentase Provinsi Kepri sebesar 5,09 persen dan Nasional sebesar 5,31 persen.
(Red)








