SIKATNEWS.id | Media Group Toba (MGT) gelar diskusi ringan di salah satu Restoran di Balige tentang Perusahaan yang terindikasi ilegal dan instansi Pemerintah Kabupaten Toba terkait dengan perpajakan Perusahaan, serta menggali potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Toba.
Pertemuan pertama ini juga dihadiri oleh sekitar 18 orang Tim MGT dan bersama degan Leo Nardo AB. Sitorus. Kabupaten Toba, Sabtu (15/7/2023), sekira pukul 15.00 Wib, sore hari.
Leonardo Sitorus mengungkapkan banyaknya potensi Kabupaten Toba yang perlu digali dan dikembangkan, seperti tuak suling asal Desa Panindi Kecamatan Silaen, kemenyan dari desa Pangururan Kecamatan Borbor dan batu belah sebagai bahan baku penunjang proyek pembangunan fisik yang dipergunakan semua instansi.

Diskusi singkat ini bertujuan mengetahui permasalahan dan mencari jalan keluar serta menggali potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat Toba.
Seperti yang diungkapkan wartawan senior Wels Sianipar, yang menceritakan seorang pengusaha sekaligus kontraktor harus membayar retribusi ke Kabupaten tetangga Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.
“Pembayaran dilakukan karena di Kabupaten Toba tidak memiliki tambang batu berizin dan tambang pasir yang merupakan salah satu bahan baku untuk proyek,” ujarnya.
Namun ada juga hal yang dipertanyakan awak media Frits terkait lamanya PNS yang menjadi ULP, sehingga dikhawatirkan banyak permainan proyek seperti di Dinas PU dan Dinas Tarukim.








