Kebiasaan yang Harus Dilakukan atau Ditinggalkan

عَسٰىٓ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّى لِأَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا

“..semoga Tuhanku memberi petunjuk sehingga kita bisa lebih dekat kepada-Nya.”

Ini artinya, Allah SWT. SWT. tidak menuntut kita agar memiliki pencapaian yang sama dengan orang lain. Karena setiap orang memiliki jalan masing-masing untuk mencapai kesuksesan. Namun kesalahan yang sering kita lakukan adalah kita seringkali membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Si A setiap hari pergi ke masjid, si B selalu solat malam, si C selalu menghafal sekian juz. Sedangkan aku subuh tepat waktu saja tidak bisa. Hal-hal seperti itu semakin membuat diri kita merasa minder dan menjadi tidak semangat.

Padahal bukan seperti itu yang Allah SWT. maksudkan. Yang Allah SWT. inginkan adalah supaya kita lebih dekat kepada-Nya. Bagaimana diri ini agar selalu berproses menjadi lebih baik. Tidak apa-apa menghafal juz ke-30, meski adik kita sudah hafal lima juz. Tidak apa-apa mendengarkan lima menit tausiah di radio mobil, sementara teman-teman kita sudah menjadi pembicara tarawih.

Allah SWT. itu lembut kepada kita. Ia tidak menuntut kita untuk membandingkan diri kita dengan capaian orang lain. Allah SWT. hanya menuntut kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik tanpa pernah merasa sudah menjadi terbaik. Allah SWT. juga tidak pernah menghakimi kita sebagai orang yang terlalu terlambat dalam berposes menuju kebaikan. WAllah SWT.u a’lam bi al-shawab./Red.

Penulis adalah
1. Wakil Ketua Umum PP PRIMA DMI
2. Ketua Bidang PPW PP GPII
3. Wakil Ketua DPD KNPI Kepri
4. Ketua Dewan Penasehat DPW PWMOI Kepri
5. Pengurus MW KAHMI Kepri
6. Kepala LP2KM STAI Paduka Anambas
7. Sekretaris Umum Yayasan Alhikmah Taqwa
8. Pembina Yayasan Taruna Madani