Pemerintah daerah mengalokasikan Rp2,5 miliar melalui APBD 2026 untuk perbaikan jalan dan jembatan di empat titik pada ruas Simpang Lapogambiri–Pancur Batu–Siantar Naipospos–Lobu Haminjon.
Selain itu, pembenahan infrastruktur di kawasan tersebut diusulkan berlanjut hingga 2028 dengan estimasi anggaran mencapai Rp50 miliar berdasarkan data R3P.
Tidak hanya infrastruktur transportasi, Pemkab Tapanuli Utara juga merencanakan pembangunan Puskesmas Pembantu di Dusun Lobu Haminjon, Desa Siantar Naipospos. Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dapat dilakukan dengan dukungan lahan yang layak dari masyarakat.
Kisah Anak Sekolah Jadi Awal Pembangunan
Mujianto mengungkapkan, pembangunan jembatan berawal dari rasa kemanusiaan setelah pihak Yayasan Buddha Tzu Chi melihat perjuangan anak-anak sekolah yang harus berenang menyeberangi sungai karena jembatan gantung darurat sebelumnya rusak.
Kondisi tersebut mendorong upaya pembangunan jembatan baru agar masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, memiliki akses yang lebih aman. Meski medan dan distribusi material cukup sulit, kerja sama antara yayasan, masyarakat, TNI AD, dan Pemkab Tapanuli Utara akhirnya membuat pembangunan dapat diselesaikan.
Kini, Jembatan Cinta Kasih Aek Poring tidak hanya menjadi penghubung fisik bagi warga Siantar Naipospos. Infrastruktur ini juga membuka kembali akses darat antara Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah sekaligus mendukung aktivitas pertanian, pendidikan, dan mobilitas masyarakat.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan kain ulos kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah dan masyarakat atas dukungan pembangunan jembatan tersebut.(Samsul Situmeang).








