Jakarta Tidak Ingat Melayu, Monica Nathan: Kepri Menghapusnya

“Apa artinya keadilan jika mafia bisa membeli hukum? Apa artinya persatuan jika akar bangsa sendiri dianggap tak penting? Melayu bukan musuh Indonesia. Melayu adalah akar Indonesia,” kata Rury lagi.

Saya jadi berpikir: kalau di museum saja Melayu tidak ditampilkan, jangan heran kalau di lapangan warisan Melayu bisa dihancurkan. Di Jakarta, akar itu samar. Di Kepri, akar itu ditebang.

Rury menutup dengan kalimat yang menancap di kepala saya:

“Melayu bukan lemah. Melayu bukan hilang. Melayu adalah akar. Dan bangsa tanpa akar, akan tumbang,” ucap Megat Rury.

Mungkin benar. Kita sedang hidup dalam bangsa yang lupa pada akarnya. Dan bangsa yang lupa akar, hanya menunggu waktu untuk rapuh.

Profil penulis:
Monica Nathan, konsultan di bidang teknologi informasi. Hidup di dunia modern, tapi hatinya selalu kembali pada akar: Melayu dan Indonesia.

Sumber : Rilis Hotel Purajaya
Editor : Red.