“Sehingga terjalin rasa saling peduli dan sikap saling menghargai satu sama lain,” katanya.
Lanjut dia, dengan kebersamaan tantangan yang sulit akan menjadi mudah. Kebersamaan juga diperlukan sebagai rasa syukur atas nikmat keberagaman yang dianugerahi untuk warga Kota Batam.
“Saya ingin kita maknai keberagaman ini adalah rahmat, untuk saling mengenal dan bersatu,” imbuhnya.
Bukan rahasia lagi, Batam merupakan daerah multi kultural. Tak ayal kerap disebut miniatur-nya Indonesia. Suku dari Sabang di Batam.
“Maka kita semua, baik internal kelompok maupun di luar harus saling kompak satu sama lain. Semuanya bersatu, mari jadikan Batam sebagai rumah bersama,” pungkasnya.
(Red)








