Diduga Langgar Disiplin dan Abaikan Tugas, Oknum UPTD TPA Ajak Pegawai Minum dan Karaoke Saat Jam Kerja

“Biasanya dulu, kalau pulsa lampu habis, dia yang urus. Tapi akhir-akhir ini kami sampaikan, jawabannya ‘bukan urusan saya’. Akhirnya kami yang isi sendiri, dan bukti pengisian itu ada,” ujar narasumber lain.

Masalah lain yang turut disorot adalah pengendalian lalat di area TPA. Menurut keterangan sumber, sebelumnya pihak UPTD menggunakan obat lalat merek Agita yang dinilai efektif. Namun kini, obat tersebut diganti dengan produk yang lebih murah dan diduga tidak efektif.

“Dulu pakai Agita, lalat mati. Sekarang bukan Agita lagi, pakai obat murah. Akibatnya lalat di sini tidak mati dan semakin banyak,” keluh narasumber.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan kerja, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan dan lingkungan, baik bagi pekerja maupun masyarakat sekitar.

Saat wartawan konfirmasi kepada FL terkait tudingan tersebut melalui via whats app justru memilih bungkam

Hingga berita ini diterbitkan, pihak FL maupun atasan langsung di lingkungan UPTD TPA belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai tudingan tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh keterangan berimbang.

Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait agar segera melakukan pemeriksaan internal, menegakkan disiplin aparatur, serta memastikan pelayanan publik di UPTD TPA berjalan profesional, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku/Yason Gea