Diduga Dandenpom l/l Pematang Siantar Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfonfirmasi

Kita tau kalau mendatangi langsung ke Dempom l/l Siantar. Jadi, fungsi alat komunikasi Handphone dipergunakan buat apa coba. Kan untuk mempermuda, mempercepat komunikasi. Karena ini, waktu dekat ini, kita akan surati Panglima Tinggi TNI bapak Yudo Margono dan yang berkaitan lainya. Jangan karena seorang Oknum TNl, kepercayaan Publik dengam TNI rusak dibuatnya.

Sebelumnya diberitakan, Oknum anggota aparat litpom I/I Pematang Siantar dapat setoran terhadap bandar sabu-sabu Jefri di lingkungan Kandang Lembu.

Dugaan anggota Litpom I/I Pematang Siantar datang ke lokasi tempat peredaran Narkoba sabu – sabu di Kandang Lembu kelurahan kampung sawah kecamatan Rantau selatan kabupaten labuhanbatu Minggu 29 April 2023 sore memakai mobil Avanza warna hitam viral dimedia sosial.

“Mereka Langsung turun dari mobil menuju lokasi. Dimana adanya peredaran Narkoba. Namun, anggota Litpom I/I Pematang Siantar tersebut tidak ada tindakan seperti yang dilakukan nya penangkapan di Aek Riung kemarin yang sempat banyak pemberitaan terkait penangkapan oleh anggota Litpom I/I Pematang Siantar yang selalu disapa menyergap peredaran Narkoba”, kata sumber di lokasi.

Akhir-akhir ini, kenapa tidak ada tindakan di lokasi Kampung Sawah yang di Kandang Lembu tempat peredaran Narkoba milik Jefri. Ada apa sebenarnya ? jelas dan tanya sumber.

“Anggota Litpom I/I pematang Siantar ketemu dengan bandar nya bernama Jefri. Dikira mau ditangkap, ternyata minta upeti atau uang setoran. Sementara kemarin sempat naik nama anggota litpom I/I pematang Siantar itu, ternyata pilah – pilah dengan peredaran Narkoba atau diduga ngak beri setoran”, kata sumber.

Sebelumnya, para pembeli Narkoba Sabu-sabu berhamburan, lari kencang ketakutan. Dipikir ada penggrebekan ternyata hanya menunggu bandarnya yang bernama Jefri warga Si Gambal itu.

“Di saat itu, di Kedai kopi bahwa ada anggota Litpom bermarga Tambak masuk ke kandang Lembu. Kami pikir menggerebek, ternyata minta KPD,” ujar masyarakat yang menyaksikan.

Diketahui kata sumber, bandar bernama Jefri itu, memberi uang Rp 1 juta ke anggota Denpom Siantar bermarga Tamba itu.

(Salman Silalahi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *