Desak Penegakan Hukum Tegas, Kasus Babi Ilegal di Tengah Larangan ASF, Transparansi Polres Nias Diuji Publik

AMPERA: Bukti Kuat Sudah Dikantongi

Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat (AMPERA), Budiyarman Lahagu, mengapresiasi langkah Polres Nias dalam menjaga transparansi. Namun ia menegaskan bahwa kasus ini memiliki dampak serius bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar pelanggaran administratif. Risiko penyebaran ASF bisa menghancurkan peternakan rakyat dan berdampak luas pada ekonomi serta kesehatan masyarakat,” tegas Budiyarman.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah bukti penting telah tersedia untuk mendukung proses hukum, antara lain:

Rekaman video kejadian di lokasi

Percakapan elektronik yang diduga terkait transaksi

Keterangan saksi dari petugas dan warga

Menurutnya, kompleksitas kasus yang melibatkan banyak pihak dan lintas wilayah tidak boleh menjadi alasan untuk memperlambat penegakan hukum.

“Kami memahami proses hukum butuh waktu. Tetapi kejelasan dan ketegasan sangat penting demi menjaga kepercayaan publik,” tambahnya.

Harapan Publik: Tegas dan Adil

Masyarakat Nias berharap kasus ini dituntaskan secara profesional, adil, dan tanpa tebang pilih, mengingat dampak wabah ASF terhadap sektor peternakan lokal yang sangat vital bagi perekonomian daerah.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan akan terus memberikan informasi perkembangan terbaru seiring kemajuan proses penyelidikan.

Kasus ini menjadi ujian nyata bagi penegakan hukum karantina di tengah ancaman penyakit hewan menular, sekaligus sinyal bahwa pelanggaran di masa krisis kesehatan hewan tidak bisa dianggap remeh Tim/Red.