Negara Absen, Oligarki Menang
Siapa yang rugi? Menteri KKP, KLHK, Pemda, nelayan, rakyat pesisir. Siapa yang untung? Investor besar, mafia lahan, dan elite lokal.
Batam adalah wajah Indonesia di depan Singapura. Namun wajah itu kini dicor beton, ditopang pancang tanpa aturan, tanpa pedoman, tanpa keadilan.
Purajaya tumbang.
Mangrove ditebang.
Nelayan hilang…. dan negara?
Absen!
Wasalam.
Profil penulis: Monica Nathan, konsultan di bidang teknologi informasi. Hidup di dunia modern, tapi hatinya selalu kembali pada akar: Melayu dan Indonesia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri) telah menerima Laporan Polisi (LP) dari pemilik Hotel & Resort Purajaya atas perobohan bangunan dan fasilitas hotel dan resort yang dirobohkan pada Juni 2023.
Dalam LP tersebut, pemilik Hotel & Resort Purajaya yang dikelola oleh PT Dani Tasha Lestari (DTL), melaporkan Direktur PT Pasifik Estatindo Perkasa (PEP), Jenni, dan Komisaris Utama PT PEP Bobie Jayanto, yang dimana kelompok ini dipimpin oleh Asri alias Akim Pasifik Group.
Kuasa hukum Pemilik Hotel Purajaya yang berasal dari pengusaha Melayu itu meminta Mabes Polri untuk serius menangani kasus itu dan meminta para pelaku yang terlibat dalam perobohan segera diperiksa untuk bertanggungjawab secara hukum.
“Kami apresiasi dan optimistis Kepolisian di tingkat Mabes Polri akan serius melakukan proses hukum kepada semua pihak yang terlibat dalam kasus ini,” kata Kuasa Hukum PT Dani Tasha Lestari (DTL), Hermanto Manrung, kepada media ini beberapa waktu lalu.
Sementara itu, pihak korban meminta polisi segera menangkap otak pelaku perobohan Hotel Purajaya, yang mengakibatkan kerugian dengan taksir Rp922 miliar.
“Kami berharap aparat Kepolisian RI segera dapat memproses (Jenni dan Bobie Jayanto) serta menetapkan status hukum aktor utama perobohan Hotel dan Resort Purajaya yang mengakibatkan suramnya iklim investasi di Batam, terutama karena menimbulkan pesimistis di kalangan pengusaha Melayu, pengusaha yang berniat membangun negerinya sendiri,” kata Direktur PT DTL, Megat Rury Afriansyah, kepada wartawan di Batam, beberapa waktu lalu.
Sederhannya, benarkah kelompok Pasifik Group dikatakan sebagai Pancang Mafia Tegak di Kota Batam sebagaimana yang ditulis oleh Monica Nathan?
Sumber : Rilis Hotel Purajaya
Editor : Red.