Tidak hanya sampai disitu Yesus berdarah-darah, bahkan ketika akan disalibkan tangan dan kakinya dipakukan ke tiang salib, bukan diikat dengan tali, dan puncaknya sebelum Ia menghembuskan nafas, lambung Yesus ditikam dengan tombak oleh prajurit Romawi.
Sungguh mengerikan, sungguh menakutkan apa yang dialami Yesus, tetapi yang membuat kita tidak boleh tidak harus percaya dan tidak boleh menggadaikan iman kita karena ditengah penderitaan dan siksaan, Yesus tetap mendeklarasikan Firman baik di Taman Getsemani, Ia memberikan tips menjalani kehidupan kita harus Selalu Berjaga dan Berdoa sebagaimana dikatakan dalam Injil Matius 26:41, terlebih di bukit Golgota, dimana terdapat 7 (tujuh) perkataan Yesus, seperti yang saya kutip di bawah ini, memperlihatkan di tengah Yesus berdarah-darah, Ia: tetap mengasihi, melepaskan pengampunan, menyatakan keselamatan, dan taat sampai mati
7 Perkataan Terakhir Yesus di Kayu Salib, sebagai berikut
- Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” — Lukas 23:34
- Kata Yesus kepadanya ( penjahat di kayu salib ), “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” — Lukas 23:43
- Berkatalah ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya — Yohanes 19:26-27
- Berserulah Yesus dengan suara nyaring, “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?” yang berarti: Allahku, allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? –Markus 15:34
- Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia, supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci, “Aku haus!” — Yohanes 19:28
- Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia, “Sudah selesai” — Yohanes 19:30
- Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya — Lukas 23:46
Selamat masuk dalam Ibadah Jumat Agung dan menikmati Perjamuan Kudus
Sumber / Penulis : Pdt. Iskandar Dachi








