“Restoran ini akan menjadi alternatif bagi warga Batam yang ingin menikmati hidangan otentik dari Minang. Lamak Bana,” katanya.
Amsakar juga menyoroti kepopuleran masakan Minang yang telah menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia, bukan hanya di Indonesia, namun juga merambah ke Australia hingga Mekkah. Ia meyakinkan bahwa bisnis kuliner ini memiliki prospek cerah dan potensi pertumbuhan yang terus berkembang, terutama di Batam sebagai pusat pariwisata dan pusat perdagangan. Dengan catatan sekitar 1,9 juta wisatawan mancanegara kunjungi Batam sepanjang 2019.
“Kami percaya bahwa infrastruktur yang sedang dibangun akan menarik lebih banyak pengunjung, yang tentu saja akan mencari pengalaman kuliner selama kunjungan mereka,” tambahnya.
Amsakar mengajak seluruh masyarakat Kota Batam untuk menyambut peluang ini dan memberikan dukungan penuh dalam pengembangan bisnis kuliner serta semangat kewirausahaan. Beliau berharap semangat ini akan menjadi kunci kesuksesan bagi semua orang di masa depan.
“Untuk memajukan Batam, penting untuk senantiasa merawat rasa kekompakan dan semangat kebersamaan. Keberhasilan pembangunan Batam bergantung pada kolaborasi sinergis seluruh stakeholder daerah, yang membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam mewujudkan visi dan potensi wilayah ini,” tutupnya.
(Red)








