“Organisasi berbasis kaderisasi, pemuda remaja dan keagamaan
keagamaan ini yang merupakan organisasi otonom dibawah binaan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang usianya sangat belia ini harus bermanfaat bagi masyarakat sehingga keberadaanya benar benar dirasakan oleh ummat khusus bagi pemuda remaja,” Sebut Khalish.
PRIMA DMI komitmen untuk melaksanakan visi dan misinya yaitu: “Mengembalikan masjid sebagai pusat pradaban khususnya bagi pemuda remaja sebagaimana kejayaan Islam pada masa abbasiyah dan bani ummayah.
Karena itu sambung Khalish, kader-kader PRIMA DMI harus bergerak maju dengan mengajak kaum para pemuda remaja lebih dekat dengan agamanya.
“Dari Sabang sampai Merauke kita melihat tidak cukup 10 persen pemuda kita berpikir untuk memakmur dan dimakmurkan masjid. Itu karena pemuda remaja kita lebih banyak yang terjebak dalam praktek penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan lain-lain sebagainya,” tuturnya.
Pemuda remaja masjid harus berperan bukan baperan dalam memerangi agar pemuda remaja Islam menjauhi praktek yang bisa menggiring pemuda remaja Islam ke jalur lembah hitam.
Pemuda Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA-DMI) harus hadir untuk menyelesaikan masalah bukan untuk menambah masalah, PRIMA DMI hadir untuk ummat bukan hadir untuk membuat ummat menjadi mumet, PRIMA DMI hadir untuk memberikan sebuah harapan menjadi kenyataan bukan hadir untuk memberikan keluhan dan kesakitan,” pesan Khalish.
(Red)








