“Bapak Rudi bersama kita untuk mempertahankan tanah di Tanjung Uma yang lalu. Kami minta pak Rudi seperti dulu bersama rakyat,” sambung orator menyerukan.
Adapun yang disampaikan Pendemo hari ini, sebagai berikut :
- Tolong kami pak, untuk 16 titik ini saja yang tidak di relokasikan pak, di luar kampung kami silahkan dibangun.
- Masyarakat trauma didirikan posko-posko tim pengamanan bersama, kami meminta demi kenyamanan warga bapak di tarik semuanya
- Terhadap 8 masyarakat rempang galang tolong dilepaskan, kami masyarakat meminta pembebasan segala tuntutan dan sanggahan untuk Rempang Galang (Relang).
Kami berharap bapak menjadi pemimpin tauladan dan pemimpin bagi masyarakat.
Tidak beberapa kemudian terjadi gesekan demostran di karenakan tidak ada titik terang dari pihak BP Batam kepada masyarakat Rempang Galang.
Ribuan masa yang merupakan demonstran mulai melempar botol – botol air mineral, para demonstran juga mulai naik pagar besi dan mengguncang – guncang di sekeliling kantor BP Batam.
Terlihat pagar-pagar besi mulai patah dan batu mulai berterbangan ke kantor BP Batam. Diketahui pada lemparan batu dan besi menjadi tontonan di area kantor BP Batam.
Beberapa anggota aparat juga terkena pukulan oleh demonstran, maka gas air mata pun dikeluarkan polisi untuk membubarkan kerumunan masa di depan kantor BP Batam.
Terlihat masa pendemo berlarian saat pihak pengamanan polisi dan satpol PP dalam mengejar masa demonstran, beberapa kaca jendela kantor BP Batam juga pecah karena lemparan batu yang dilakukan para pendemo.
(Zainal Sofian NST)








