Kehadiran Politisi IM diduga Picu Gejolak Baru, Massa Ono Niha Bersatu Kepung Polres Nias dan Tugu Meriam, Tuntut Keadilan Tanpa Kompromi

SIKATNEWS.id | Gelombang protes kembali mengguncang Kota Gunungsitoli. Gerakan Masyarakat Ono Niha Bersatu turun ke jalan, Senin (9/2/2026), menggelar aksi di Mapolres Nias dan Tugu Meriam sebagai respons atas dugaan penghinaan terhadap harkat martabat suku Nias serta penghadangan aksi damai yang terjadi pada 22 Januari 2026 lalu. Kehadiran seorang politisi berinisial IM dalam pusaran polemik ini diduga memicu persoalan baru dan memperuncing kemarahan publik.

Ratusan massa yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan elemen sipil berkumpul sejak pagi hari. Mereka membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan agar aparat penegak hukum bertindak tegas, transparan, dan tidak tunduk pada tekanan kekuasaan. Massa menilai, hingga kini proses hukum berjalan lambat, sementara pihak-pihak yang diduga terlibat masih bebas tanpa konsekuensi hukum yang jelas.

Di hadapan massa aksi, Kapolres Nias AKBP Agung melalui Wakapolres Nias menyampaikan bahwa penyidik telah melaksanakan gelar perkara terkait kasus tersebut pada hari yang sama. Ia menegaskan bahwa persoalan ini telah menjadi atensi serius pihak kepolisian.

“Hari ini penyidik melaksanakan gelar perkara. Kasus ini menjadi atensi dan sedang diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Wakapolres Nias di hadapan massa.

Pernyataan tersebut sempat meredakan ketegangan, namun massa tetap mendesak kepolisian untuk segera menetapkan pihak yang bertanggung jawab, khususnya terkait dugaan keterlibatan oknum perangkat kelurahan dalam pembubaran aksi sebelumnya.

Sementara itu, Lurah Ilir Gunungsitoli menyampaikan bahwa pihaknya memilih menunggu proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Kami menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Semua akan diproses sesuai aturan,” ujarnya singkat.

Namun, pernyataan tersebut langsung menuai penolakan keras dari pimpinan aksi, Helpin Zebua, yang menilai sikap lurah terkesan pasif dan tidak menunjukkan keberpihakan pada keadilan.