SIKATNEWS.id | Direktur PT Dani Tasha Lestari (DTL), pemiik Hotel & Resort Purajaya, Megat Rury Afriansyah, menyiapkan 8 Pengacara untuk mengawal kasus penyebaran berita bohong bermuatan fitnah, dan pencemaran nama baik. Meski hampir sepekan diberi waktu, Basyaruddin Idris alias Tok Oom tidak kunjung datang menyampaikan permohonan maaf.
”Kelihatannya tidak ada itikad baik dari Sdr Basyaruddin Idris untuk menyelesaikan masalah penyebaran berita bohong yang disertai dengan fitnah dan pencemaran nama baik. Kami telah berulang-kali menyampaikan niat baik untuk menerima kunjungan beliau, tetapi malah membuat langkah-langkah yang semakin memperbesar masalah,” kata Megat Rury Afriansyah, kepada wartawan, di Batam (04/04).
Saat ini, menurut Rury Afriansyah, tidak ada pilihan lain selain melanjutkan proses hukum terkait dengan laporan polisi yang telah disampaikan ke Direktorat Kriminal Khusus, Unit Cyber Crime di Polda Kepri. Agar menjadi atensi bagi pihak kepolisian, Direktur PT DTL itu memohon bantuan pihak-pihak terkait untuk melengkapi data dan bukti. Tidak menutup kemungkinan akan berkordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Markas Besar (Mabes) Polri.
”Kami telah mempersiapkan 8 pengacara untuk mengawal kasus penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik lewat siber sebagaimana telah disampaikan oleh Kuasa Hukum PT DTL, yakni KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dan UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik). Kami berharap penuh para penyidik di bagian siber Polda Kepri berkenan memberi atensi, mengingat kasus penyebaran hoak ini terkait dengan kasus perobohan hotel kami,” ucap Rury Afriansyah.
Informasi yang diperoleh media ini, ada pihak yang dicurigai sedang bekerja untuk melindungi mafia tanah. Meski demikian, sumber media menyebutkan Panitia Kerja (Panja) yang dibentuk Komisi III dan Komisi VI tentang Mafia Tanah dan Tata Kelola Badan Pengusahaan (BP) Batam, sedang mempersiapkan strategi untuk menjerat pelaku yang terlibat dalam kasus yang menimpa PT DTL, pemilik Hotel Purajaya dan PT Sinergy Tharada, pengelola Pelabuhan Feri Batam Center.